Rabu, 04 September 2013

SEKILAS TENTANG TAMBANG EMAS CIBALIUNG

Resources emas yang dimiliki Tambang Emas Cibaliung diperkirakan sebesar 1,5 juta wmt bijih emas dengan kadar rata-rata 9,8 gr emas per ton, dengan umur tambang diperkirakan selama 6 tahun, dengan maksimum produksi 70.000 Toz (2.000 kg) emas
Tambang bawah tanah dengan Decline Access dan metode penambangan mekanis “cut and fill” dan “undercut and fill”. Gold prosesing dengan CIL proses
 
Saat ini CSD dalam Tahap Komersial Production, peleburan pertama (percobaan) tanggal 13 Mei 2010 dengan hasil bulion seberat 22,2 kg dengan kadar + 15 % Au.
Pengoperasian Tambang Emas Cibaliung diresmikan oleh Gubernur Banten pada tanggal 26 Mei 2010 dan Total Produksi Emas Tahun 2011 sebesar 679.2Kg dan Perak sebesar 3,911.9Kg
Kemajuan terowongan sampai akhir 2010 telah mencapai 3.074,1 m dari rencana 9.678,2 m. Kegiatan penambangan terowongan akan berakhir pada tahun 2017, apabila tidak ditemukannya cadangan baru.
Kegiatan pemboran dalam kawasan IUP Operasi Produksi terus dilakukan untuk menemukan cadangan baru guna menambah umur operasional Tambang Emas Cibaliung


Lokasi Tambang Emas Cibaling
Tambang emas Cibaliung terletak di ujung Barat Daya Pulau Jawa, di sebelah Timur Taman Nasional Ujung Kulon dan secara administratif berada di wilayah Desa Mangku Alam - Padasuka Kecamatan Cimanggu Kabupaten Pandedglang
Lokasi tambang berjarak ± 197 km dari Jakarta dan dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan roda empat selama ± 4 jam perjalanan melalui jalan beraspal menuju Kecamatan Cibaliung dan Cimanggu
Kondisi topografi daerah tambang dan sekitarnya pada umumnya bergelombang (undulating) sampai berbukit dengan kisaran ketinggian 30-300 m di atas permukaan air laut. Perbukitan yang lebih tinggi terletak di sebelah Barat lokasi proyek (di luar WIUP) yaitu Gunung Honje ± 620 m yang masuk dalam Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon
Sebagian besar sungai mengalir ke arah selatan menuju Samudera Hindia dan hanya sebagian kecil sungai mengalir ke arah Barat Laut yang bermuara di Selat Sunda

Seperti kebanyakan daerah di Indonesia, daerah Tambang Emas Cibaliung memiliki dua musim utama, yaitu musim penghujan yang berlangsung dari bulan Oktober sampai bulan Maret dengan kisaran suhu 25-30 derajat celcius dan musim kemarau berlangsung dari bulan April sampai bulan September dengan kisaran suhu 30-32 derajat celcius


Geologi Tambang Emas Cibaliung

Tambang Emas Cibaliung terletak di bagian tengah dari busur magmatik Sunda-Banda yang berumur Neogene. Batuan asal (host rock) pembawa bijih emas-perak adalah batuan Honje Volcanic dengan umur Akhir Miosen yang diterobos oleh subvolcanic andesit-diorit berupa "plug" atau "dike" dan kadang terpotong oleh "diatreme breccia". Menumpang tidak selaras di atas batuan asal ini berupa dacitic tuff, sediment muda, dan aliran lava basalt yang berumur Miosen Kuarter

Secara struktur geologi, prospek emas di Cibaliung terletak dalam koridor struktur yang berarah Barat-Barat Laut dengan lebar 3,5 km dan panjang 6 km. Dua struktur arah Utara-Barat Laut yang kaya cadangan emas dengan posisi relatif tegak sebagai sistem urat kuarsa, adalah Cikoneng di sebelah Utara dan Cibitung di sebelah Selatan yang berjarak 400 m. Tubuh yang kaya cadangan emas ini memiliki ukuran tebal 1-10 m, panjang 140-200 m, kedalaman sampai lebih 300 m dan masih menerus ke bawah. Tubuh yang kaya cadangan emas Cikoneng-Cibitung ini berupa "dilational jogs" dan "sigmoid bends" yang terbentuk dari perpotongan patahan Barat-Barat Laut, Utara-Barat Laut, dan Utara-Timur Laut. Bijih emas dan perak di Cikoneng-Cibitung terjadi oleh beberapa fase urat kuarsa "low sulfidation adularia-sericite" dalam sistem epitermal

Terdapat 2 group Gold Deposit di P. Jawa
1. Low-sulphidation ephitermal veins, seperti : Pongkor, Cikidang-Ciawitali, Cisolok, Cibaliung
2. Transitional ephitermah-mesothermal vein breccia, seperti : Cirotan, Cikotok, Cisungsang, Lebak Sembada


Pengelola Tambang Emas Cibaliung


Pengelola Tambang Emas Cibaliung adalah PT. Cibaliung Sumberdaya (PT. CSD), adalah anak perusahaan PT. Aneka Tambang Tbk. (Antam) dengan kepemilikan saham sebesar 99,15% dan 0,85 Antam Resourcindo (ARI). Dalam perjalanannya mengelola Tambang Emas Cibaliung ini mengalami beberapa fase kerjasama, yaitu :

  1. 1996-1999, PT Antam dengan patner Palmer Resource Ltd (Kanada), PT Sitrade Nusaglobus.
  2. 1999-2008, PT Aneka Tambang dengan patner Austindo Resource Corporation NL (“ARX”), membentuk perusahaan PT.CSD dalam pelaksanaanya
  3. 2009 – sekarang, PT Aneka Tambang, memiliki saham 99.15% pada PT. CSD, setelah mengakuisisi saham kepemilikan dari Austindo Resource Corporation NL (“ARX”), pada bulan Juli 2009. Pengoperasian Tambang emas Cibaliung dilakukan oleh PT. Cibaliung Sumberdaya, sebagai anak perusahaan Antam tbk.
  4. 01 Nopember 2010 – sekarang, penyerahan IUP Operasi produksi dari PT. Aneka Tambang Tbk. kepada PT. Cibaliung Sumberdaya. SK Bupati  Pandeglang No. 541/118-BPPT/XI/2010 tanggal 01-11-2010, berlaku hingga 28-07-2015

Kegiatan Pertambangan Bawah Tanah





Hasil akhir Pabrik Pengolahan adalah Dore Bullion yaitu logam yang mengandung emas - perak dan mineral pengikut lainnya. Selanjutnya Dore Bullion dikirim ke Logam Mulia di Jakarta untuk dilakukan pemurnian emas dan perak. Logam Mulia merupakan salah satu Unit Bisnis dari PT Antam (Persero) Tbk, adalah satu-satunya pemurnian emas dan perak di Indonesia





Tidak ada komentar:

Posting Komentar